Yang menjadi tujuan kami adalah Segara Anakan, sebuah laguna yang sangat indah-menurut cerita teman yang sudah pernah kesana dan gw juga searching di mbah gugel. Kami pun harus melewati hutan untuk sampai ke Segara Anakan dan kami mulai membuka sepatu alias nyeker. Salah satu teman kami yang sering kesana menjadi guide kami. Track hutan ini sedikit berlumpur, sehingga harus berhati-hati supaya tidak terpeleset, ditambah banyak ranting-ranting yang cukup membuat lecet. Jadi, gw saranin jangan ke pulau Sempu saat musim hujan, sebaiknya musim kemarau saja agar tidak kesulitan melewati track hutannya.
Karena kami kesorean, hari pun sudah menjelang malam, kami masih berada di hutan. Kami merasa panik dan stres, karena di sekeliling kami sangat gelap dan tidak ada sinyal HP, belum lagi kekhawatiran binatang seperti ular, dll. Bermodalkan sebuah senter dan HP kami berusaha mencari jalan, karena ada pohon yang tumbang sehingga membingungkan guide kami. Kami pun mengikuti jejak tapak sepatu yang ada di tanah, sambil melihat sampah botol2 minuman, dan akhirnya pukul 20.30 kami sampai juga di Segara Anakan. Sedikit terkejut karena sudah banyak sekali orang disana. Kami pun memasang tenda, dan karena gw sangat kecapekan berjalan kaki 4 jam di hutan, gw pun langsung tertidur pulas. Keesokan harinya, gw bangun dan melihat pemandangan Laguna Segara Anakan yang sangat indah, dikelilingi bukit dan pasirnya yang putih bersih. Segara Anakan ini sebenarnya berasal dari Air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah. Berikut penampakan Segara Anakan :
Pulau Sempu ini merupakan kawasan alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur, sehingga tidak terdapat fasilitas pariwisata, seperti penginapan, warung makanan apalagi air tawar, jadi harus membawa bekal air tawar yang mencukupi kalau ingin ke pulau ini. Gw pun menaiki bukit untuk melihat Samudera Hindia dan harus berhati-hati karena jurang disekelilingnya. Fotonya ada di bawah ini :
Perjalanan pulang melewati hutan lebih singkat yaitu hanya 2 jam dan lumayan banyak orang yang juga melakukan perjalanan pulang. Hari Senin pukul 15.10 kami naik Matarmaja lagi untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan. Sempu benar-benar menakjubkan, tak kalah dari Phi-Phi Island di Thailand yang gw kunjungi November tahun lalu, sehingga gw pun menyebut Segara Anakan Sempu sebagai The Beachnya Indonesia.
Biaya Perjalanan :
1. Tiket Kereta Senen-Malang PP = Rp. 170.000
2. Tenda 2 hari 50.000/3 org = Rp. 20.000
3. Sewa Perahu 100.000/3 org = Rp. 35.000
4. Jajan dan makan = Rp. 100.000
Total = Rp. 325.000
No comments:
Post a Comment