Sunday, July 8, 2012

Laguna Segara Anakan, Sempu, Malang

Libur panjang tanggal 6 April lalu, gw berencana pergi ke Pulau Sempu, Malang. Gw bersama dengan 2 orang teman perempuan gw naik Kereta Api Ekonomi Matarmaja dengan tiket calo Rp. 90.000/orang, cukup mahal memang dari normal Rp.51.000/orang, namun demi perjalanan ini kami pun membelinya. Perjalanan menggunakan kereta memakan waktu kurang lebih 18 jam, dan kami sampai disana pukul 8 pagi di hari Sabtu dan dijemput dengan sahabat kami di Malang. Karena kami pulang hari Senin, kami pun mau langung beli tiket kereta pulang, namun sudah habis, terpaksa kami membeli tiket calo lagi seharga Rp.225.000 untuk 3 orang. Lalu kami lanjut makan pagi, mandi, istirahat sebentar, lalu berangkat pukul 1 siang dengan menggunakan motor, tapi sebelumnya kami ke Do-Rent yaitu sebuah tempat penyewaan peralatan kemping di Jalan Kedawung. Kami menyewa sebuah tenda berkapasitas 4 orang dengan harga Rp.50.000 untuk 2 hari. Jam 3.30 sore kami berenam sampai di Sendang Biru lalu menitipkan motor dan karena kami berhenti di TPInya kami tidak perlu bayar tiket masuk Sempu. Kemudian salah seorang teman kami menyewa perahu untuk menyebrang ke Pulau Sempu dan kami diturunkan di Teluk Semut yang sebenarnya sangat dekat. Biaya sewa perahu Rp.100.000 dan bisa dibayar belakangan setelah dijemput kembali dan jangan lupa catat no Hp pemilik kapal untuk menjemput kembali.


Yang menjadi tujuan kami adalah Segara Anakan, sebuah laguna yang sangat indah-menurut cerita teman yang sudah pernah kesana dan gw juga searching di mbah gugel. Kami pun harus melewati hutan untuk sampai ke Segara Anakan dan kami mulai membuka sepatu alias nyeker. Salah satu teman kami yang sering kesana menjadi guide kami. Track hutan ini sedikit berlumpur, sehingga harus berhati-hati supaya tidak terpeleset, ditambah banyak ranting-ranting yang cukup membuat lecet. Jadi, gw saranin jangan ke pulau Sempu saat musim hujan, sebaiknya musim kemarau saja agar tidak kesulitan melewati track hutannya.


Karena kami kesorean, hari pun sudah menjelang malam, kami masih berada di hutan. Kami merasa panik dan stres, karena di sekeliling kami sangat gelap dan tidak ada sinyal HP, belum lagi kekhawatiran binatang seperti ular, dll. Bermodalkan sebuah senter dan HP kami berusaha mencari jalan, karena ada pohon yang tumbang sehingga membingungkan guide kami. Kami pun mengikuti jejak tapak sepatu yang ada di tanah, sambil melihat sampah botol2 minuman, dan akhirnya pukul 20.30 kami sampai juga di Segara Anakan. Sedikit terkejut karena sudah banyak sekali orang disana. Kami pun memasang tenda, dan karena gw sangat kecapekan berjalan kaki 4 jam di hutan, gw pun langsung tertidur pulas. Keesokan harinya, gw bangun dan melihat pemandangan Laguna Segara Anakan yang sangat indah, dikelilingi bukit dan pasirnya yang putih bersih. Segara Anakan ini sebenarnya berasal dari Air Laut Samudera Hindia. Air itu masuk melalui lubang bulat besar di tebing bagian tenggara. Sehingga saat ombak masuk, air akan terlihat begitu indah. Berikut penampakan Segara Anakan :


Pulau Sempu ini merupakan kawasan alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur, sehingga tidak terdapat fasilitas pariwisata, seperti penginapan, warung makanan apalagi air tawar, jadi harus membawa bekal air tawar yang mencukupi kalau ingin ke pulau ini. Gw pun menaiki bukit untuk melihat Samudera Hindia dan harus berhati-hati karena jurang disekelilingnya. Fotonya ada di bawah ini :


Perjalanan pulang melewati hutan lebih singkat yaitu hanya 2 jam dan lumayan banyak orang yang juga melakukan perjalanan pulang. Hari Senin pukul 15.10 kami naik Matarmaja lagi untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan yang cukup melelahkan tapi sangat menyenangkan. Sempu benar-benar menakjubkan, tak kalah dari Phi-Phi Island di Thailand yang gw kunjungi November tahun lalu, sehingga gw pun menyebut Segara Anakan Sempu sebagai The Beachnya Indonesia.

Biaya Perjalanan :
1. Tiket Kereta Senen-Malang PP = Rp. 170.000
2. Tenda 2 hari 50.000/3 org = Rp. 20.000
3. Sewa Perahu 100.000/3 org = Rp. 35.000
4. Jajan dan makan = Rp. 100.000
Total = Rp. 325.000

Girls Strike #3

Girls Strike adalah acara yang mengusung konsep perempuan, mulai dari panitia sampai pengisi acara yang juga perempuan, seperti band harus memiliki personel perempuan di dalamnya. Ini adalah kali ketiga gw dan teman2 semarang bikin Girls Strike, ga kerasa udah 5 tahun dari Girls Strike #1, hehe....

Selain gig, Girls Strike ke-3 ini mencoba menambahkan konsep baru seperti bazaar yaitu penjualan merchandise/stuff seperti barang2 handmade (kalung,gelang,boneka,dll), CD album, second stuff, totebag dsb yang dibuat oleh para perempuan dan juga pemajangan beberapa karya kolase dan artwork dari Riska, Nika dan Nisa yang semakin menyemarakkan acara Girls Strike #3 ini. Pukul 18.00 gw bersama rombongan Floco dari Jakarta mendatangi venue tempat berlangsungnya Girls Strike di Ufoo Café, sebuah kafe di daerah Sampangan, Semarang.

Acara yang dimulai jam 19.00 ini dibuka oleh duet maut “Times No Romance” yang memainkan musik Shoegaze. Dilanjutkan oleh Bangs!!, Embun sang vokalis terlihat sangat atraktif dalam membawakan lagu-lagu Rock n Roll tahun 90an. Kemudian band asal Semarang SlowxFast yang memainkan musik Trashcore dan satu lagu Domestik Doktrin ‘Sepakat Tidak Sepakat’ yang biasa mereka bawakan dalam setiap perform mereka. Lalu ada Final Step asal Salatiga, band ini cukup membuat gw terkesima karena sang vokalis yang bertubuh kurus kecil sangat lincah sambil membawakan lagu-lagu Hardcore. Dilanjutkan penampilan special dari Latree and Iwan, yaitu akustikan antara seorang ibu dan pemuda yang ternyata lagu-lagunya berasal dari puisi ciptaan sendiri plus berduet dengan sang anak yang gw perkiraan berusia 8 tahun menyanyikan lagu mereka berjudul “Ibu” yang sangat merdu. Lalu ada The Lastree, band indie pop Semarang dengan lagu-lagu yang catchy dan Twist yang kembali dinyanyikan oleh Eno setelah sempat 2 kali ganti vokalis. Kemudian ada DeadxAlley yang memiliki bassis dan gitaris baru yang semakin enerjik membawakan lagu-lagu mereka dan disambut sing along bersama penonton. Kemudian band asal Purwokerto “Sleep At Morning” yang bernuansa Power Pop juga turut meramaikan acara ini. Selanjutnya, band asal Jakarta-Floco yang membawakan musik Grindcore cadas semakin membuat panas venue karena penampilan sang vokalis yang bernama Ceria, benar-benar menakjubkan. Mereka yang beranggotakan 3 orang ini membawakan 4 lagu mereka. Dilanjutkan Fat In Diet yang semakin mantap dalam membawakan lagu-lagu baru mereka, terlihat banyak penonton yang menantikan performa Fat In Diet ini. Penampilan terakhir ditutup oleh The Adolescent yang kesemua personilnya perempuan ini membawakan lagu-lagu ala Bikini Kill dan sejenisnya.

Di tengah-tengah acara terlihat panitia membagikan sebuah leaflet mengenai perjalanan dan sejarah Girls Strike ke para pengunjung. Rencananya akan ada lagi lanjutan Girls Strike #3 part 2 yaitu berupa screening film dan pameran karya dari para perempuan yang akan dilakukan di bulan Juni. Gw pribadi cukup senang untuk gig ketiga ini, karena cukup sulit mempertemukan para panitia yang sebagian sudah bekerja (gw sendiri pun udah ga stay di semarang), ditambah perbedaan disana-sini, namun itu semua menjadi kendala yang tak berarti dengan besarnya antusias teman-teman yang datang ke gig ini udah cukup menunjukkan support kalian kepada kami. Terima kasih kepada kalian!! :)

Sedulur Rukun #1

Gig ini dibuat sekitar bulan Oktober 2008 oleh gw bersama teman-teman dari kolektif Guyub Kuyub (Flo, Mbak Dewi, Rezky, Riska, Nika, Cipluk, Vivid, Agung, Mimi) yang merangkul anak-anak dari SMA 5 Semarang (Otong, Boncel, Jamil, Hafid, Kamal, Tondi). Gig ini juga merupakan tur dari band asal Jerman "xCrosscheckx". Acara yang dilakukan di Gedung Semut Marabunta ini sangat ramai, kurang lebih 600 orang datang ke venue. Gig ini merupakan gig teramai yang pernah kami buat :)

Friday, March 9, 2012

Toycam and My World

Entah kenapa tiba2 gw dan teman kos gw-rezky ngomong ngalor ngidul tentang kamera lomo skitar 3 bulan lalu. Dan pas banget modem gw lagi bisa dipake waktu itu, akhirnya kami pun baca2 info tentang kamera lomo, sampai-sampai kami nge-add pin bb beberapa orang yang menjual kamera lomonya,hehe...dari merekalah kami pun banyak dapet ilmu baru tentang per-Toycam-an, ya kamera plastik pake roll film, kamera low-fi berbudget "murah" karena gw blm sanggup beli SLR pake duit sendiri, meski tetep aja ada kamera plastik yang mahal menurut gw, hehe... Pilihan gw jatuh pada Aquapix, sebuah kamera plastik yang bisa dipake di air, bergambar Sponge-Bob lucu dengan harga 80rb, sedangkan si rezky beli Disderi 4 lensa.


Gw langsung nyoba make sndiri rollnya mengikuti petunjuk manual, tapi kok ga bisa. Gw pun bawa ke tempat studio foto dan ternyata kata mereka ada Gear yang ilang jadi roll filmnya ga nyangkut ke kamera. alhasil gw minta ganti sama yg jual, untungnya si penjual dengan berbaik hati menukarkan dengan yang baru, dan tidak ada masalah dengan kamera baru itu. Gw pun mencoba foto2 pake roll pertama gw, pas dicetak, betapa kecewanya gw, yang jadi cuma 13 biji dari 36, sisanya kosong, haaahahaha....

Kemudian gw tertarik sama Holga, selain namanya yang unik, hasilnya pun sungguh unik pas liatin hasil foto orang2 dari web. Gw memutuskan mau beli Holga GCFN yang berlensa kaca dengan built in flash 4 warna. Gw nyoba cari2 d kaskus, belum ada yang jual seken. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tak lama gw nemuin ada orang posting di kaskus jual Holga GCFN miliknya berwarna merah putih,pas banget gw suka merah, hehehe, langsung gw hubungi yang jual, COD-an dan akhirnya dapetlah si merah menawan itu...


Gw pun beli roll filmnya di Lomography di Grand Indonesia, karena Holga gw itu pake roll ukuran 120mm yang agak susah didapetin, gw beli yang Red Scale XR negatif 50-200. Gw jepret 12 biji, dan gw baru sempet cuci scannya kemaren di daerah pasar minggu, dan tetep shock juga hasilnya ancur smua, tapi foto bulbingnya agak lumayan,kayak gini bulbnya,tanpa edit dan tanpa tripod, hehe....


Oiya, waktu nikahan teman kantor gw di Solo, gw bersama tim gw mampir ke studio foto di Banyumas, gw soalnya bawa Aquapix, dan gw nemu film Expired setaon lalu di tempat itu, selain murah, film expired bisa bikin hasil foto lo amazing, begitu opini yg gw tahu,gw beli 2 film expired dan 1 film biasa. Setelah itu, gw poto2 deh skitaran Solo, Jogja dan kantor gw. Pas dicetak, betapa bahagianya gw, foto2 gw banyak yang jadi dan hasilnya benar2 menakjubkan,ini dia beberapa fotonya, tanpa edit looooohhh, hehehe :



Nah, kamu bisa liat hasil foto2 gw lainnya di http://flickr.com/photos/roelriot/
jangan lupa kasih komen yaa,hehehe...

Saturday, March 3, 2012

Curug Seribu, Bogor

Gw dan kekasih mengunjungi curug lain yang tak jauh dari kota Bogor pada tanggal 26 Januari 2012 lalu, setelah sebelumnya gw mendatangi Curug Nangka. Curug Seribu ini berada di ketinggian antara 750-1.050 meter dari permukaan laut (dpl) dan termasuk dalam Kawasan Wisata Gunung Salak Endah di kaki Gunung Salak di bawah naungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Curug Seribu merupakan air terjun tertinggi di kawasan ini. Sebelum sampai ke Curug Seribu, kamu akan menemukan beberapa Curug lain yang juga berada di kawasan wisata ini, misalnya Curug Ngumpet, Curug Cigamea, dll. Tiket masuk yang relatif murah hanya 6 ribu per orang, dengan pemandangan jurang dan gunung disebelahnya. Sampailah kami di parkiran kendaraan Curug Seribu dan harus berjalan sekitar 1 km untuk menuju gerbang masuknya.


Setelah sampai di pintu masuk kami mengisi sebuah buku data pengunjung dan melewati sebuah jembatan sungai kecil. Kami berjalan memasuki hutan dan memakan waktu 45 menit, cukup melelahkan dengan medan yang naik turun. Saran saya gunakan sepatu yang tidak licin ataupun sandal gunung.


Akhirnya sampai juga kami ke Curug Seribu. Ternyata benar, air terjun ini sangat tinggi dan arus yang cukup deras. Sempat mendengar berita 4 orang tewas tenggelam karena terseret pusaran air di bawah air terjun, sehingga pengunjung dilarang mendekati air terjun. Gw dan kekasih pun hanya berada di sungai di dekat air terjun. Karena airnya dingin banget dan gw gak jadi berendem, hehe... berikut poto2nya :







Saat perjalanan pulang kami melewati hutan karet, dan tentu aja gw ga akan melewati kesempatan foto2 diantara pohon2 cantik itu, hahaha....